Jumat, 17 November 2017

Efektifitas Komunikasi Bisnis

KOMUNIKASI BISNIS





NAMA               :  MELATI INDAH SARI            (16214564)
NOVITA SARI                          (18214091)
WINNY EMIL O                       (1C214287)
WURI RETIYANINGRUM      (1C214337)
KELAS              :  4EA07


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
JAKARTA
2017

Dalam rangka pelaksanaan tugas softskill komunikasi bisnis, kami lampirkan tugas Essay dengan judul Efektifitas Komunikasi Bisnis.





BAB I
PENDAHULUAN

         1.1            LATAR BELAKANG
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang berarti (pesan) dari seseorang komunikator kepada komunikan untuk menghasilkan efektivitas tertentu. Komunikasi  begitu sangat penting dalam kehidupan manusia, karena harus diakui bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa komunikasi karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, dengan berkomunikasi secara efektif maka, kegitan-kegitan yang sering dilakukan manusia bisa berjalan dengan baik.
Pada sebuah organisasi bisnis, komunikasi merupakan sebuah elemen penting yang sangat dibutuhkan. Kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi sangat diperlukan karena berguna untuk saling bertukar ide/gagasan, memberikan informasi hingga berkoordinasi dalam membuat sebuah keputusan. Bahkan diantara staff-staff dalam suatu organisasi juga diperlukan adanya komunikasi, baik itu dengan pimpinan maupun bawahan. Sedangkan diluar organisasi tersebut, diperlukan juga adanya komunikasi antara staff organisasi dengan konsumen, masyarakat maupun organisasi lainnya. Oleh sebab itu, dengan meningkatkan efektivitas komunikasi bisnis secara tepat maka akan didapatkan beberapa keuntungan diantaranya membawa dampak positif pada keberhasilan usaha bisnis serta mampu menunjang karir para eksekutif dan staff suatu organisasi atau perusahaan.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Komunikasi bisnis
Komunikasi bisnis merupakan komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencankup berbagai macam bentuk komunikasi, baik itu verbal maupun non verbal (Purwanto, 1996). Dalam dunia bisnis, reputasi dan kredibilitas harus dibangun agar kustomer merasa nyaman hingga memberikan kepercayaannya pada anda. Terutama dalam hubungan bisnis jangka panjang dengan pekerja dan kustomer, memiliki kepekaan profesionalisme akan menghadirkan banyak nilai positif. Disinilah perlunya memainkan peran komunikasi bisnis. Keberhasilan bisnis apapun tergantung pada efektivitas komunikasi. Semakin efektif sebuah komunikasi, semakin positif nilai yang dihasilkan. Efektivitas sebuah komunikasi sesungguhnya diukur dari seberapa jauh menghasilkan aksi dari audiens dan pembaca.

2.2 Unsur Pokok Komunikasi Bisnis
Dalam komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu:
  1. Memiliki tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi.
  2. Pertukaran, dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yakni komunikator dan komunikan.
  3. Gagasan, opini, informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya.
  4. Menggunakan saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan.
  5. Menggunakan simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
  6. Pencapaian tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen
2.3       Tujuan Komunikasi Bisnis
Tujuan komunikasi bisnis menurut (Purwanto,1996) :
a.       Memberi Informasi
Tujuan pertama dalam komunikasi bisnis adalah memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis kepada pihak lain, contoh seorang pemimpin perusahaan ingin mendapatkan pegawai yang diharapkan, maka Dia memasang iklan melalui mass media, memasang websitus/situs di jalur internet, dalam hal ini setiap media mempunyai kelebihan dan kekurangan dilihat dari jangkauan dan biayanya, untuk itu harus memilih media mana yang akan dipilih. Dan itu tergantung pada kebijakan perusahaan dengan melihat kemampuan internal perusahaan tersebut. Contoh yang lain misalnya sebuah Departemen Store memasang tulisan discotn besar-besaran pada produknya.
b.      Memberi Persuasi
Tujuan kedua komunikasi bisnis adalah memberikan persuasi kepada pihak lain agar apa yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan benar, hal ini sering dilakukan terutama yang berkaitan dengan penegasan konfi rmasi pesanan pelanggan atau negoisasi dengan pelanggan, agar kedua pihak memperoleh manfaat secara bersama-sama tanpa ada yang merasa dirugikan.
c.       Melakukan Kolaborasi
Tujuan ketiga dalam komunikasi bisnis adalah melakukan kolaborasi, atau kerja sama bisnis antara seseorang dengan orang lain, melalui jalinan komunikasi bisnis tersebut seseorang dapat dengan mudah melakukan kerja sama bisnis, saat sekarang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi maka seseorang dapat menggunakan berbagai media telekomunikasi seperti telpon, faksimile, telpon seluler, internet surat elektronik, teleconference. Teknologi komunikasi tersebut sangat penting artinya dalam pererat kerja sama bisnis.

2.4   Fungsi Komunikasi Bisnis
 Fungsi komunikasi dalam bisnis terdiri dari:
 1)   Fungsi Informatif
Aktivitas yang kita lakukan berperan memberikan informasi tentang bisnis kita, pada saat yang mungkin bersamaan kita juga mencari informasi tentang siapa pesaing kita, bagaimana kondisi perusahaan dan kekuatannya pada market place.
2)   Fungsi Persuasif
Komunikasi diarahkan untuk memberikan treatment agar orang lain merubah sikap, pendapat dan perilakunya seperti yang diharapkan oleh komunikator dalam organisasi bisnis. Fungsi ini dijalankan untuk membangun komitmen para pelakunya terhadap organisasi atau lembaga tempat bekerja, dari mulai manajer hingga tukang sapu, sehinggu visi, misi, strategi dan taktik dapat berjalan secara efektif dalam mencapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan sebelumnya.
3)   Fungsi Kontrol
Tanpa adanya fungsi kontrol dalam komunikasi bisnis, operasional organisasi tidak dapat berjalan secara efektif. Artinya mengkomunikasikan atau yang harus dikerjakan atau tidak harus dikerjakan oleh bawahan atau manajer sekalipun.
           4)   Fungsi Emosi
Fungsi emotif meningkat ke penerapan isi pesan, karena berkaitan dengan rasa suka tidak suka, benci dan cinta, puas atau tidak puas, kegembiraan dan kesedihan, menyenangkan atau kedekatan emosional lainnya

2.5      Komunikasi efektif dalam organisasi
A.              Pengertian komunikasi efektif
Menurut Stephen covey, komunikasi merupakan keterampilan penting dalam hidup manusia. unsur yang paling penting dalam berkomunikasi adalah bukan sekedar apa yang kita tulis atau apa yang kita katakan, tetapi katakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan kepada penerima pesan. Penerima pesan tidak hanya sekedar mendengar kalimat yang disampaikan tetapi juga membaca dan menilai sikap kita. Jadi syarat utama dalam komunikasi yang efektif adalah karakter kokoh yang dibangun fondasi etika serta intergrasi pribadi yang kuat.
Tidak peduli beberapa bakatnya seseorang, berapapun ungulnya sebuah tim atau seberapapun kuatnya kasus hukum, keberhasilan tidak akan di peroleh tanpa pengawasan keterampilan komunikasi yang efektif. Keterampilan melakukan komunikasi yang efektif akan berperan besar dalam mendukung pencapaian tujuan dari seluruh aktivitas.  

2.6     Efektivitas Komunikasi
Efektivitas komunikasi ditentukan oleh beberapa hal :
a.       Persepsi.
Komunikator harus dapat memprediksi apakah pesan yang disampaikan dapat diterima komunikan.
b.      Ketepatan.
Komunikan atau audience memiliki kerangka pikir. Agar komunikasi yang dilakukan tepat sasaran, komunikator perlu mengekspresikan hal yang ingin disampaikan sesuai dengan kerangka pikir komunikan.
c.       Kredibilitas.
Dalam berkomunikasi, komunikator perlu memiliki suatu keyakinan bahwa komunikan dapat dipercaya. Sebaliknya dia juga harus bisa mendapatkan kepercayaan dari komunikan.
d.      Pengendalian.
Komunikan memberikan reaksi/umpan balik/feedback terhadap pesan yang disampaikan. Reaksi ini harus bisa diantisipasi sekaligus dikendalikan komunikator sehingga tidak melenceng dari target komunikasi yang diharapkan.
e.       Kecocokan.
Komunikator yang baik selalu dapat menjaga hubungan persahabatan yang menyenangkan dengan komunikan.
Sementara keterampilan meningkatkan efektivitas komunikasi bisa dilakukan dengan berbagai cara menyangkut komunikasi verbal non verbal,lisan maupun tulisan.
1.      Reading
2.      Listening
3.  Speaking dengan membuat dan melakukan percakapan menarik, melakukan wawancara, kontak dengan kelompok-kelompok lain, membiasakan diri berpidato dan melakukan presentasi.
4.      Writing dengan menulis surat, memo, dan laporan.

2.7    Proses Komunikasi Bisnis dalam Perusahaan
Ada lima komponen penting untuk diperhatikan dalam proses komunikasi, yaitu:
a.       Pengirim pesan (sender atau komunikator)
b.      Pesan yang dikirimkan (message)
c.       Bagaimana pesan tersebut disampaikan
d.      Penerima pesan (receiver atau komunikan)
e.       Umpan balik (feedback) atau effect

Proses komunikasi diawali oleh sumber (source) baik individu maupun kelompok yang berusaha berkomunikasi dengan individu atau kelompok lain, sebagai berikut:
1.     Langkah pertama yang dilakukan sumber adalah ideation yaitu penciptaan satu gagasan atau pemilihan seperangkat informasi untuk dikomunikasikan.
2.     Langkah kedua dalam penciptaan suatu pesan adalah encoding, yaitu sumber menerjemahkan informasi atau gagasan dalam wujud kata-kata, tanda-tanda atau lambang-lambang yang disengaja untuk menyampaikan informasi dan diharapkan mempunyai efek terhadap orang lain.
3.            Langkah ketiga dalam proses komunikasi adalah penyampaian pesan yang telah disandi (encode).
4.      Langkah keempat, perhatian diahlikan pada penerima pesan. Jika pesan itu bersifat lisan, maka penerima perlu menjadi seorang pendengar yang baik, karena jika penerima tidak mendengar, pesan tersebut akan hilang. Dalam proses ini, penerima melakukan decoding, yaitu memberikan penafsiran interprestasi terhadap pesan yang disampaikan kepadanya.
5.      Proses terakhir dalam komunikasi adalah feedback atau umpan balik yang memungkinkan sumber mempertimbangkan kembali pesan yang telah disampaikannya kepada penerima.

2. 8  Strategi komunikasi dalam mencapai efektifitas komunikasi bisnis
Dalam proses komunikasi semua pesan atau informasi yang dikirim akan diterima dengan berbagai perbedaan oleh penerima pesan/informasi, baik karena perbedaan latar belakang, persepsi, budaya maupun hal lainnya. Untuk itu, suatu pesan atau informasi yang disampaikan hendaknya memenuhi 7 syarat atau dikenal juga dengan 7 C, yaitu :


  1. Completeness (Lengkap)
Suatu pesan atau informasi dapat dikatakan lengkap, bila berisi semua materi yang diperlukan agar penerima pesan dapat memberikan tanggapan yang sesuai dengan harapan pengirim pesan.
  1. Conciseness (Singkat)
Suatu pesan dikatakan concise bila dapat mengutarakan gagasannya dalam jumlah kata sekecil mungkin (singkat, padat tetapi jelas) tanpa mengurangi makna, namun tetap menonjolkan gagasannya.
  1. Consideration (Pertimbangan)
Penyampaian pesan, hendaknya menerapkan empati dengan mempertimbangkan dan mengutamakan penerima pesan
  1. Concreteness (konkrit)
Penyampaian pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang gambalang, pasti dan jelas.
  1. Clarity (Kejelasan)
Pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mudah diinterpretasikan serta memiliki makna yang jelas.
  1. Courtessy (Kesopanan)
Pesan disampaikan dengan gaya bahasa dan nada yang sopan, akan memupuk hubungan baik dalam komunikasi bisnis.
  1. Correctness (ketelitian)
Pesan hendaknya dibuat dengan teliti, dan menggunakan tata bahasa, tanda baca dan ejaan dengan benar (formal atau resmi).

2.9 Pentingnya Kemampuan Komunikasi Bisnis
Tantangan seorang manajer di masa depan relatif akan semakin sulit, yang menuntut kemampuan untuk mengkomunikasikan ide gagasan dan tujuan dalam lingkungan organisasinya serta bagaimana menyampaikan produk atau jasa yang dimilikinya kepada pelanggan. Di sisi lain, proses manajemen, adalah suatu aktivitas komunikasi. Terdapat 6 kendala yang mungkin muncul saat manajer mengkomunikasikan bisnis organisasinya, yaitu :
A. Struktur Komunikasi yang Buruk
Struktur komunikasi adalah faktor esensial, yang menentukan baik-buruknya komunikasi bisnis. Tidak penting apakah audiencenya hanya satu orang atau ribuan orang dan sekalipun di tengah bisingnya lingkungan bisnis dan pemasaran, pesan yang disampaikan haruslah terdengar dan dimengerti. Struktur komunikasi yang baik, mengikuti pola :
- Pembukaan
- Isi
- Penutup
B. Penyampaian yang Lemah
Tidak menjadi menjadi masalah, apakah pesan itu penting atau impresif. Namun apabila disampaikannya tanpa “sentuhan yang kuat”, hasilnya tidak akan dapat menyakinkan orang lain sesuai harapan. Disamping itu, meskipun telah dilakukan “sentuhan “ yang sudah tepat ternyata seringkali juga masih memerlukan waktu untuk mendapatkan respons. Pesan yang disampaikan haruslah ‘menyentuh’ secara kuat dan telak, tidak sekedar mengelus-elus atau mengingatkan. 
C. Penggunaan Media yang Salah
Perlu untuk mempertimbangkan siapa, dari kalangan atau status sosial mana dan karakteristik unik lainnya dari sasaran yang kita tuju, sehingga kita dapat memilih media yang tepat.
D. Pesan yang Campur Aduk
Pesan yang campur aduk, hanya akan menimbulkan kebingungan atau bahkan cemoohan dari audience. Seperti, larangan untuk memberikan hadiah kepada klien, tetapi pada saat yang sama memberikan pengecualian untuk klien-klien baru
E. Salah Audience
Topik yang dipilih hendaknya relevan dan sesuai dengan ekspektasi audience.
F. Lingkungan yang Mengganggu
Lingkungan yang mengganggu jelas merupakan kendala dalam komunikasi, sehingga pesan yang disampaikan tidak dapat diterima / didengar secara optimal. Seperti Suara penyaji yang tidak cukup terdengar oleh Audience, Suara keras dari luar ruangan, (seperti raungan sirine ambulan atau suara lalu lintas yang padat ), Bunyi handphone dari kantong audience, Interupsi, Sesi bicara yang menegangkan, dsb. Oleh karena itu, perlunya pemilihan tempat yang tepat serta upaya agar audience fokus dengan pesan yang disampaikan.

2.10 Tantangan Kompetensi dalam Komunikasi Bisnis
Komunikasi seringkali terganggu atau bahkan dapat menjadi buntu sama sekali. Faktor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3 jenis sebagai berikut :
o Hambatan Teknis
Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.
o Hambatan Semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi. Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yang digunakannya.
o Hambatan Manusiawi
Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.


2.11 Penerapan Ilmu Komunikasi dalam Lingkup Bisnis
Komunikasi bisnis tidak hanya mencakup komunikasi dengan kontak diluar, tetapi juga komunikasi dengan para pekerja dalam sebuah perusahaan, jika itu terlaksana maka akan sangat membantu perusahaan anda terorganisir dengan baik. Komunikasi bisnis yang efektif mungkin direpresntasikan kepada seorang manajer bisa memotivasi para pegawai, memberikan rekomendasi dan masukan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam bisnis.
Kemampuan berkomunikasi yang efektif mutlak harus dimiliki bagi seorang pebisnis. Seorang yang cerdas belum tentu cerdas dalam mengkomunikasikan pesan-pesannya kepada orang lain. Menciptakan dan mendatangkan ide itu hal yang umum, akan tetapi kemampuan untuk mengkonversikannya menjadi sebuah presentasi yang mudah dipahami, tidak semua orang bisa. Memiliki pengetahuan tentang komunikasi yang efektif baik secara verbal maupun tulisan adalah aset bagi seorang komunikator. Komunikasi yang bisa dipahami dan direspons dengan baik akan membawa bisnis seseorang menuju gerbang kesuksesan.
Contoh kasus dan cara penyelesaian dalam konteks krisis komunikasi :
Misalnya, terjadi krisis di sebuah perusahaan karena perusahaan tersebut tertimpa issue miring yang dapat meruntuhkan eksistensi perusahaan. Cara penyelesaian adalah dengan mencari inti permasalahan yang terjadi kemudian mencarikan solusi. Kemudian mempublikkasikannya kepada pihak intern bahwa permasalah perusahaan sudah selesai dan juga kepada pihak ekstren agar citra perusahaan tidak rusak dan dapat Berjaya lagi.
(Fera Tiara Syahida, artikel 2011).
Saluran komunikasi formal : Saluran komunikasi formal adalah saluran yang terorganisasi dengan baik. Seperti lembaga sosial lainnya, saluran komunikasi formal bercirikan aturan-aturan yang stabil, pejabatnya melakukan pekerjaan yang benar-benar jelas, aturan pekerjaannya disusun dengan baik dan dapat diikuti oleh orang yang berbeda-beda, dan adanya sanksi yang jelas. Sedangkan saluran komunikasi informal adalah saluran komunikasi yang terjadi tanpa ada struktur yang jelas-jelas ada.
Umumnya, komunikasi formal terjadi di antara orang-orang yang terjalin hubungan formal (seperti dalam lembaga/organisasi) ataupun komunikasi antar atasan-atasan perusahaan. Sedangkan komunikasi informal seperti, komunikasi antar divisi, antar karyawan dimana situasi untuk berkomunikasi tidak terlalu tegang dan monoton seperti kepada atasan perusahaan.
Kelebihan komunikasi non-verbal. Non-verbal sendiri banyak ragamnya seperti, kedipan mata, gerakan kepala, warna, konteks ruang dan waktu, wewangian,diam dan lain-lain. Yang menjadi istimewa adalah, setiap kegiatan non verbal yang kita lakukan baik sadar mapun tidak, semua itu tidak dapat membohongi apa yang terjadi di diri kita. Walaupun di perkataan (verbal) kita dapat berkilah tapi bahasa tubuh tidak.
Contoh dari non-verbal dalam lingkungan bisnis / organisasi:
Seorang Manajer sedang mempresentasikan evaluasi progress perushaan dalam laporan periodiknya. Semua pegawainya memperhatikan penjelasan sang Manajer, tapi tak sedikit yang mengacuhkan, bahkan jika di telusuri di barisan belakang banyak pegawai yang menekur, menguap, dan memilih menyandarkan punggungnya seolah malas mendengarkan laporan periodic perusahaan. Menekur dan menguap menandakan para pegawai bosan akan penjelasan sang Manajer. Dengan menekur, pegawai seolah-seolah dapat melepaskan beban pendengarannya dari presentasi sang Manajer.




BAB III
PENUTUP

Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang berarti (pesan) dari seseorang komunikator kepada komunikan untuk menghasilkan efektivitas tertentu. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupam sehari- hari, dengan adanya komunikasi yang efektif maka kegitan-kegitan yang sering dilakukan manusia bisa berjalan dengan baik. Unsur yang paling penting dalam berkomunikasi adalah bukan sekedar apa yang kita tulis atau apa yang kita katakan, tetapi katakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan kepada penerima pesan. Kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi sangat diperlukan karena untuk menujang kesuksesan baik dalam meningkatkan kinerja organisasi maupun adaptasi organisasi terhadap setiap perubahan lingkungan bisnis untuk meraih keunggalan kompetitornya.
Dalam dunia bisnis, reputasi dan kredibilitas harus dibangun agar kustomer merasa nyaman hingga memberikan kepercayaannya pada anda. Terutama dalam hubungan bisnis jangka panjang dengan pekerja dan kustomer, memiliki kepekaan profesionalisme akan menghadirkan banyak nilai positif. Keberhasilan bisnis apapun tergantung pada efektivitas komunikasi. Semakin efektif sebuah komunikasi, semakin positif nilai yang dihasilkan.






DAFTAR PUSTAKA

Nurrohim, Hassa Dan Lina Anatan. 2009. “Efektivitas Komunikasi Bisnis Dalam Organisasi”. Jurnal Manajemen. Vol.7, No.4, Mei 2009
Purwanto, djoko. 1996. Komunikasi bisnis. Erlangga: Jakarta

Steven R. Covey,  7 Habits of Highly Effective PeoplePowerful Lessons I  Personal Change, (1997), Franklin Covey Co.
















Kamis, 26 Oktober 2017

KOMUNIKASI BISNIS



KOMUNIKASI BISNIS





NAMA    : MELATI INDAH SARI                      (16214564)
NOVITA SARI                                   (18214091)
WINNY EMIL O                                (1C214287)
WURI RETIYANINGRUM                (1C214337)
KELAS    : 4EA07




FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
JAKARTA
2017




Dalam rangka pelaksanaan tugas softskill komunikasi bisnis, maka kami melakukan review pada jurnal berikut ini :






PEMANFAATAN JEJARING SOSIAL (FACEBOOK) SEBAGAI MEDIA BISNIS ONLINE (STUDI KASUS DI BATIK SOLO 85)

Agustin Dyah Utami, Bambang Eka Purnama Program Studi Teknik Informatika, Universitas Surakarta agustin.dyah@gmail.com

Abstract: The development of communication technology enhances the flow of information exchange. Many facebookers users make this social networking media growing a business function. Researchers want to know how big a role as media facebook online business on Batik Solo 85 when used as a communication businesses online. Techniques of data analysis in this research is descriptive method, the data collected in the form of words and pictures. The results showed that facebook not only act as a media promotion in the online business, but it also serves as a media to communicate with customers. Beside that facebook also provides a large market share for online businesses. This certainly gives a disparate impact on the sale of the Batik Solo 85. Conclusions resulting from this research is that facebook is a social networking presence is maximized as the media business online. The role will involve an facebook as a promotional medium that is considered effective by the owners of Solo Batik 85, both facebook acts as a medium of communication between the Batik Solo 85 with its customers. Thirdly facebook serves as a platform for finding customers and last facebook give effect to the increase in sales in the Solo Batik 85
Keywords: Social Networks, Facebook, Online Business

ABSTRAKSI: Berkembangnya teknologi komunikasi semakin mempermudah arus pertukaran informasi. Banyaknya para pengguna facebook tersebut membuat jejaring sosial ini bertambah fungsi menjadi media untuk berbisnis. Peneliti ingin mengetahui seberapa besar peran facebook sebagai media bisnis online pada Batik Solo 85   bila dijadikan sebagai media komunikasi bisnis online. Teknik analisis data dalam penelitian ini ialah metode deskriptif, yaitu data  yang dikumpulkan berupa kata-kata dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa facebook tidak hanya berperan sebagai media promosi dalam bisnis online, tetapi juga berperan sebagai media untuk berkomunikasi dengan calon konsumen. Selain itu facebook juga memberikan pangsa pasar yang luas bagi pelaku bisnis online. Hal ini tentu memberikan dampak  tersendiri  terhadap  hasil  penjualan  pada  Batik  Solo  85.  Kesimpulan  yang  dihasilkan  dari penelitian ini adalah,facebook merupakan jejaring sosial yang kehadirannya semakin dimaksimalkan sebagai media berbisnis online. Peran tersebut   diantaranya adalah facebook sebagai media promosi yang dianggap efektif oleh pemilik Batik Solo 85, kedua facebook berperan sebagai media komunikasi antara Batik Solo 85 dengan para konsumennya. Ketiga facebook berperan sebagai wadah untuk mencari pelanggan dan terakhir facebook  memberikan dampak terhadap peningkatan penjualan pada Batik Solo
85.
Kata Kunci: Jejaring Sosial, Facebook, Bisnis Online



3.3. Latar Belakang
Di    era    globalisasi    ini,    perkembangan dunia   bisnis   berlangsung   dalam suatu   iklim
yang    sangat    kompetitif,  cepat,    dan    tidak
terduga.  Semua  produsen barang  maupun  jasa dituntut  untuk  terus  menerus  melakukan perbaikan, penyempurnaan, dan bahkan inovasi- inovasi baru. Oleh karenanya, perusahaan- perusahaan  dituntut   untuk mengubah strategi usaha dan pemasarannya   untuk lebih dekat dengan konsumen, demi mempertahankan eksistensi usaha yang telah  mereka bangun serta mengatasi persaingan       dengan para kompetitornya.

Afriani  (2011)  mengatakan  demam facebook  menggejala di Indonesia, sebagaimana yang  dilaporkan    oleh Agarwa    (2011)    bahwa pengguna    facebook pada bulan mei 2011 mengalami      peningkatan  sebesar  4.15%. facebook    sebagai    situs    jejaring  sosial  yang sarat  akan  informasi    membuka    kesempatan untuk  mengembangkan usaha melalui facebook, yaitu  untuk  mengiklankan  atau menjual produk. Kesempatan untuk   mengembangkan   usaha melalui   facebook   sangat   luas,   yaitu bisa dikunjungi  market  place  yang  ada di facebook untuk mengiklankan atau menjual  produk.




Agustin Dyah Utami, Bambang Eka Purnama                            C – 1








Gemilang (2011) menyatakan menurut temuan baru – baru ini oleh peneliti pasar Morpace, AS pengguna facebook rata – rata tiga menit sekali dihabiskan untuk online. Pengguna
18 sampai 34 tahun menghabiskan waktu untuk online rata –rata 8,5 jam dan pengguna 55 tahun keatas menghabiskan 4,6 jam per minggu di Facebook. Penelitian ini juga dieksplorasi aktivitas Facebook   oleh   etnisitas.   Menurut   hasil,   Asia adalah pengguna facebook terbesar, karena menghabiskan 39,6% per minggu waktu internet mereka untuk    Facebook. Sedangkan Afrika Amerika sebagai pengguna terbesar kedua sebanyak 35,1% dan terakhir adalah Hispanics yang menghabiskan waktu paling sedikit di facebook sebesar 31,7 %.
Trend bidang usaha melalui facebook atau melalui onlineshop juga dilakukan oleh Batik Solo
85    yang  bergerak    dibidang    batik.    Target market dari Batik Solo 85 adalah anak-anak sampai    dewasa.  Dalam bersaing  dengan  para
kompetitornya,  Batik  Solo  85  harus  mempunyai
strategi yang berbeda dalam memanfaatkan facebook sebagai sarana promosi online.
Aktivitas Batik Solo 85 di facebook memudahkan   konsumen   dalam   memilih   dan
mencari  informasi  yang  lebih  spesifik  tentang
produk   batik   yang sedang digemari   saat   ini atau sekedar mencari informasi tentang harga produk      dan  sebagainya.      Pesan  yang disampaikan   melalui   iklan   Batik Solo 85   ini kemudian dijadikan konsumen sebagai dasar referensi dalam mempertimbangkan berbagai alternatif sebelum melakukan pembelian.
Berdasar asumsi di atas itulah, penulis mengambil      judul      penelitian tentang “Pemanfaaatan jejaring social (facebook) sebagai media  bisnis  online  (Studi  Kasus  di  Batik  Solo
85).”

3.4. Rumusan Masalah
Bagaimanakah peran facebook sebagai media bisnis online pada Batik Solo 85?

3.5. Batasan Masalah
1) Penelitian ini dilakukan pada Toko Batik Solo
85.
2) Media   jejaring   sosial   yang   diteliti   adalah facebook sebagai media pemasaran dan promosi.
3) Metode   analisis   yang   digunakan   deskriptif kualitatif.


3.6. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa  besar  peran  facebook  sebagai  media
bisnis online pada Batik Solo 85.

3.7. Manfaat Penelitian
1) Dapat  menambah  wawasan  tentang  strategi komunikasi   pemasaran   dibalik   penggunaan fitur facebook.
2) Dapat  memberikan  gambaran  dan  masukan
bagi para produsen dan pemasar dalam mengembangkan    komunikasi pemasaran melalui media jejaring sosial facebook.
3) Dapat digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi pengiklan dalam rangka meningkatkan  efektivitas  promosi  secara online.

2.1. Internet
Afriani  (2011)  mengatakan  internet    merupakan jaringan  longgar  dari  ribuan  jaringan komputer
yang menjangkau jutaan orang di seluruh dunia.
Misi  awalnya  adalah  menyediakan  sarana  bagi para peneliti untuk mengakses data dari sejumlah komputer.    Namun    sekarang    internet    telah berkembang  menjadi  ajang  komunikasi     yang sangat efektif, sehingga telah menyimpang jauh dari misi awalnya (Soemirat, 2003: 188). Dengan demikian    Internet        adalah    suatu    jaringan komputer       ang   memungkinkan       terjadinya komunikasi  interaktif  didalamnya,  dimana jutaan orang  di  dunia  dapat terhubung  menjadi  suatu komunitas      baru   dalam   jaringan   multimedia tersebut tanpa dibatasi ruang dan waktu. Penggunaan internet untuk bisnis secara online telah   tumbuh   dengan   pesatnya.   Total   nilai perdagangan barang dan jasa  dunia  melalui  e- commerce mencapai   $4,3   trilliun   pada   tahun
2004.   Tingkat pertumbuhan   perdagangan   via internet  dari  tahun 2001 hingga 2005 mencapai
68% di Amerika Serikat, Eropa  91%,  dan  Asia
109%.  Menariknya,  85%  dari perusahaan  yang melibatkan  perdagangan  online tersebut  adalah
usaha  berskala  kecil  dan  menengah (Celuch et
al., 2007)

2.2. Media Online
Menurut Afriani (2011) Media massa online tidak pernah menghilangkan media massa lama tetapi
mensubtitusinya.    Media  online  merupakan  tipe
baru    jurnalisme  karena  memiliki  sejumlah  fitur dan karakteristik dari jurnalisme tradisional. Fitur- fitur uniknya mengemuka dalam teknologinya, menawarkan kemungkinan-kemungkinan   tidak terbatas   dalam   memproses   dan menyebarkan berita (Santana, 2005: 137).



Agustin Dyah Utami, Bambang Eka Purnama                            C - 2








Dalam Jurnal Komunikasi Internasional Mass Society, Mass Culture, and Mass Communication: The Meaning of Mass, menjelaskan :
The   new   media   have   also   affected   culture. There  has  been  a  far-reaching  transformation of  the  general  way  of  life,  particularly  in  how people   spend   their   leisure   hours   and   how they     take     part     in     celebratory  occasions. Traditional  folk  art  and  customary  recreational activities     have  been  partly  replaced  by  an unprecedented flood of symbolic goods produced for  the  market  or  sold  to  media  organizations for    dissemination    to    their  audiences.    The viability   of   artistic   creations   today   is   less dependent   on aristocratic   or   state   patronage than  so-called “high” culture had been in the past. Without momentous advances in communication technology,  such  a  transformation  would  have been inconceivable (Lang, 2009: 1001). Maksudnya dengan adanya media baru, seperti halnya    media    online    akan    bisa    merubah kebiasaan       orang       dalam       cara       hidup, menghabiskan   waktu   luang   mereka   dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi.

2.3. Sosial Media
Sosial   media   adalah   sebuah   media   online dimana  para penggunanya bisa dengan  mudah berpartisipasi,    berbagi,    dan  menciptakan    isi
meliputi   blog,   sosial   network   atau   jejaring
sosial,   wiki, forum   dan   dunia   virtual.   Blog, jejaring   sosial   dan   wiki   mungkin merupakan bentuk  media  sosial  yang  paling  umum digunakan   oleh masyarakat di seluruh dunia. (Afriani, 2011: 24).
Media sosial online   merupakan   media   yang didesain   untuk memudahkan   interaksi   sosial bersifat    interaktif    dengan    berbasis  teknologi
internet    yang    mengubah    pola    penyebaran
informasi   dari sebelumnya   bersifat   broadcast media monologue (satu ke banyak audiens) ke social media dialogue (banyak audiens ke banyak audiens). Jenis   serta   komposisi   media   sosial online   di dunia virtual sangat beragam, antara lain  jejaring  sosial  (Facebook,  Friendster, Linkedln,  dan  sebagainya),      microblogging platform (Twitter, Plurk, Koprol, dan lain-lain), jejaring berbagi foto serta video (Flickr, Youtube, dan sebagainya), Podcast,    Chat    rooms, Message   board,   Forum,   Mailing   list,   serta masih banyak lainnya.

2.4. Facebook Marketing
Muttaqin (2011) mengatakan facebook marketing adalah     melakukan     aktivitas           marketing
menggunakan  semua  fasilitas  yang  disediakan


oleh facebook dengan tujuan meningkatkan penjualan (sales) dan menjalin komunikasi  yang lebih langgeng dengan pelanggan (customer relationship). Konsep Facebook  Marketing  dapat digambarkan pada gambar dibawah ini:





 
Gambar 1. Konsep Facebook Marketing

Lasmadiarta (2011) menambahkan bahwa kepercayaan adalah hal yang penting dalam melakukan penawaran, melalui   Facebook orang dapat membangun kepercayaan dengan menyampaikan   pesan berupa informasi-informasi sebagai berikut :
 Cantumkan informasi tentang profil sebanyak- banyaknya (selama tidak mengganggu privasi)
 Masukkan   alamat   dan   kontak   yang   bisa dihubungi
 Cantumkan    beberapa    nama    perusahaan rekanan (bila ada)
 Jadilah  member  dari  halaman  orang-orang terkenal
 Posting sesuatu yang bermanfaat
 Masukkan       foto-foto       presentasi       yang meyakinkan
 Penyampaian Pesan

2.5. E-Commerce
Dari perspektif komunikasi Electronic Commerce
(EC) merupakan pengiriman informasi produk/ layanan, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya
(Suyanto, 2003:10).
Teknologi informasi khususnya internet sangat mempengaruhi dunia marketing, bahkan pemanfaatan internet  untuk  marketing  dianggap sebagai    trend    setter. Semakin tingginya penggunaan   internet berbanding   lurus   dengan pemanfaatannya di dunia marketing, sehingga dikatakan  bahwa  marketing online mulai populer sejalan dengan makin pupulernya penggunaan internet  (Lasmadiarta, 2011).

2.6. Tinjauan Pustaka
Zainal  (2011)  dalam  penelitian  yang  berjudul
Facebook    Marketing         dalam    Komunikasi



Agustin Dyah Utami, Bambang Eka Purnama                            C – 3








Pemasaran    Modern”    mengatakan    Facebook Marketing      merupakan      salah      satu      cara pemasaran melalui internet  dengan memanfaatkan   fungsi-fungsi   yang   ada   pada jejaring   sosial   Facebook.   Dengan   Facebook Marketing     pengusaha           tidak           hanya melaksanakan  proses  bisnis  pemasaran, namun juga  dapat  berkomunikasi  dengan  pelanggan- pelanggannya. Facebook Marketing   merupakan solusi komunikasi pemasaran modern.
Afriani (2011) dalam penelitiannya yang berjudul “Strategi Komunikasi Pemasaran Rown Division Dalam Memanfaatkan Media Jejaring Sosial facebook  Sebagai  Sarana  Promosi  Secara Online” mengatakan penggunaan facebook dalam pemasaran secara online sangat efektif.
Gemilang (2011) dalam penelitiannya yang berjudul Peran Facebook sebagai Media Komunikasi  Bisnis  Online(Studi  Deskriptif Kualitatif Peran Facebook sebagai Media Komunikasi Bisnis Online) menunjukkan bahwa facebook tidak hanya berperan sebagai media promosi dalam bisnis online, tetapi juga berperan sebagai media untuk berkomunikasi dengan calon konsumen. Selain itu facebook juga memberikan pangsa pasar yang luas bagi pelaku bisnis online. Hal ini tentu memberikan dampak tersendiri terhadap hasil penjualan.
Dedi dan Mifta (2011) dalam penelitiannya yang berjudul Pemanfaatan Jejaring Sosial Dalam Mendukung Keunggulan Bersaing (studi ukm di kota palembang)” menyatakan optimasi sosial media berfokus pada keterlibatan pelanggan setia secara aktif, dapat mengharapkan peningkatan keterlibatan  pelanggan  dengan  organisasi. Dengan komunikasi yang baik dan optimasi situs media  sosial  berdasarkan  data    diperoleh  dari situs jejaring sosial, UKM dapat menemukan cara yang lebih baik untuk melibatkan pelanggan dan memanfaatkan mereka untuk lebih banyak bersuara tentang bisnis UKM.
Dewi dan Kuncoro (2011) dalam penelitiannya yang berjudul Kebutuhan Berafiliasi, Introversi Kepribadian serta ketergantungan pada Facebook
pada   Mahasiswa         diperoleh      kesimpulan:
Pertama,  ada  hubungan  yang  sangat  signifikan antara    kebutuhan    berafiliasi    dan    introversi kepribadian   dengan   ketergantungan   facebook; Kedua,  ada  hubungan  negatif  yang  signifikan antara        kebututahn        berafiliasi        dengan ketergantungan       facebook;       Ketiga,       ada hubungan  positif yang signifikan antara intoversi kepribadian dengan ketergantungan facebook. Imran  (2009)  dalam  tinjauannya  yang  berjudul
Aktifitas  Komunikasi  dan  Situs  Jejaring  Sosial
menyatakan dalam   pemanfaatan jejaring sosial,


berdasarkan  fenomenanya     diketahui     bahwa para  pengguna     situs     jejaring     sosial     itu cenderung memiliki   karakteristik   yang   tidak homogen. Heterogenitas    itu    dimungkinkan karena setiap orang memiliki pengalaman, motif dan sikap   yang   relatif   berbeda   dalam   kaitan keterlibatannya  dengan  situs-situs  jejaring sosial di internet. Motif mereka juga beragam dalam beraktifitas  melalui  situs  jejaring sosial.  Namun keragaman   motif   ini   oleh sejumlah akademisi diredusir menjadi empat, yaitu  :  motif  Berharap Orang   Lain   Berbuat Yang   Sama;   Menambah Pengakuan;  Rasa Mampu Berbuat  Sesuatu  dan motif Rasa Berkomunitas.

3. Metode Penelitian a. Tempat Penelitian
Adapun tempat penelitian ini adalah di : Toko Batik Solo 85
Jl.   Tentara   Pelajar,   Gabahan   Rt.05   Rw.12
Jombor, Sukoharjo
b. Bentuk dan Strategi penelitian
1) Bentuk Penelitian
Penelitian   ini   merupakan   penelitian   dengan bentuk  studi  kasus tunggal  terpancang.  Afriani
(2011)   Studi      Kasus      Terpancang      adalah penelitian   dimana penelitian   tersebut   terarah
pada    satu    karakteristik.    Artinya    penelitian
tersebut hanya dilakukan pada satu sasaran (satu lokasi, atau satu objek). Terpancang   artinya peneliti di dalam proposalanya sudah memilikivariable yang menjadi fokus utamanya, sebelum  memasuki  lapangan studinya (Sutopo,
2002:112).
2) Strategi Penelitian
Penulis    menggunakan    metodologi    penelitian kualitatif  yang bersifat  deskriptif.    Dimana  data
yang   dikumpulkan   terutama   berupa kata-kata dan kalimat, atau gambar yang memiliki arti lebih
dari sekedar angka   atau   frekuensi.   Penelitian
ini    dikategorikan    dalam    penelitian  deskriptif kualitatif    penelitian    ini    dilakukan         untuk mendapatkan  analisis  yang    cermat    terhadap suatu fenomena sosial tertentu.  Penelitian mengembangkan   konsep   dan   penghimpunan fakta, tetapi  tidak melakukan pengujian hipotesa. Dalam   penelitian   ini,   peneliti   memilih   jenis penelitian    kualitatif    yang    bersifat    deskriptif karena    peneliti    hanya    ingin    memaparkan situasi dan   peristiwa,   mendeskripsikan   secara rinci   dan   mendalam   mengenai kondisi   yang sebenarnya    terjadi    menurut    kondisi    nyata dilapangan,  dalam    hal    ini    adalah    tentang strategi  promosi  penjualan online Batik Solo 85.



Agustin Dyah Utami, Bambang Eka Purnama                            C - 4








Peneliti tidak  ingin  mencari  atau   menjelaskan hubungan   serta   tidak   menguji hipotesis atau membuat prediksi.

4. Hasil dan Analisis
Implementasi Facebook Marketing Dalam Komunikasi Pemasaran Modern pada Batik Solo 85
a. Strategi Informasi
Dalam komunikasi pemasaran, penyampaian informasi  menjadi  aktifitas  paling  penting. Informasi   dalam   komunikasi      disebut      juga
sebagai          pesan          (message),          dalam
menyampaikan pesan, pemasar harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
1) Pola Pesan
Menurut  Machfoedz  (2010),  bagian  terpenting dari   strategi   penyampaian   pesan   pemasaran
adalah   penetapan       cara       terbaik       untuk
mengkomunikasikan  pokok  pesan  kepada khalayak    sasaran    dalam    hal ini adalah konsumen/pelanggan.
Ada 2 faktor yang perlu diperhatikan dalam penyampaian pesan (presentasi), yaitu : isi pesan harus berorientasi pada produk dan tingkat kepedulian konsumen harus terbangun.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Menyampaikan informasi yang sebenarnya tentang produk batik yang dijual.
 Menyisipkan humor-humor segar dalam status update.
  Memberikan   gambar-gambar   produk   batik yang inovatif dan menarik konsumen
Menjawab pertanyaan-pertanyaan konsumen tentang produk batik secara detail.
 Meyakinkan  konsumen bahwa  Batik  Solo  85 dapat dipercaya dengan memberikan nomor kontak   dan email maupun facebook untuk kemudahan komunikasi.



 




 
Gambar 2. Contact Info Batik Solo 85

2) Media Penyampaian
Facebook memiliki beberapa fasilitas untuk menyampaikan pesan kepada membernya, dapat
melalui   message   box   (kotak   pesan),   posting


status, catatan dan image tagging. Batik Solo 85 menggunakan fasilitas-fasilitas ini secara berkala dan terencana, misal dengan cara :
3 hari sekali mengirimkan informasi produk melalui message box maupun wall.
 1   minggu   sekali   membuat   catatan   terkait dengan keunggulan produk
     2 minggu sekali mengeluarkan produk-produk terbaru sehingga customer selalu mengupdate
Selalu membuka line chatting facebook bagi customer   yang   hendak   bertanya   tentang produk Batik Solo 85.
3) Mengatur Penyampaian Pesan
Mengatur frekuensi penyampaian pesan melalui media yang disediakan oleh Facebook memang
harus  secara  berkala  dan  terencana,  adapun
cara-caranya adalah sebagai berikut:
 Menyampaikan Judul atau Subyek pesan yang menarik
Mengirim pesan secara personal kepada customer, bukan massal agar tidak dianggap sebagai spam
Membuat  pesan  sesingkat  dan  sejelas mungkin
 Selalu akhiri dengan kontak
 Membuat   jadwal  dan   frekuensi   pengiriman pesan secara berkala
b. Merancang Promosi
Promosi dilakukan untuk berkomunikasi dan mempengaruhi       pelanggan       agar       dapat
menerima   produk yang   dihasilkan .   Pemasar dapat   merancang   promosi   dengan   berbagai
cara,     seperti  periklanan,  promosi  penjualan,
publisitas penjualan individu dan kemasan yang menarik.
Batik   Solo   85   melakukan   promosi   melalui beberapa cara diantaranya:

1) Periklanan
Menyampaikan     pesan     kepada     konsumen berupa   informasi produk, dalam bentuk gambar
maupun deskripsi produk.
2) Promosi Penjualan
Promosi Penjualan dilakukan dengan cara membuat  agenda  promo  khusus  dalam  masa
tertentu secara berkala,   misalnya   menjelang lebaran   membuat   agenda   pemasaran dengan
memberikan   diskon   20% untuk produk-produk tertentu  dan  dalam  jumlah  pembelian  tertentu,
menerima  pesanan  sarimbit  keluarga  ditambah
anak, memberi bonus secara langsung berupa batik atau kain untuk para re-seller online maupun offline, mengadakan berbagai acara lomba untuk menarik konsumen.



Agustin Dyah Utami, Bambang Eka Purnama                            C – 5
       



 
Gambar 3. Promosi melalui Lomba Fotogenik

3) Publisitas Penjualan Individu
Publisitas   Penjualan Individu atau   Personal Selling adalah menjual  secara  langsung  kepada masing-masing  konsumen,  ini  dapat  dilakukan
dengan  cara  berkomunikasi  langsung  dengan
konsumen,  baik  dengan  cara  mengirim  pesan atau dengan melakukan obrolan.
4) Kemasan Yang Menarik
Kemasan     produk     atau     product     packing memiliki  daya  tarik  tersendiri  bagi  konsumen,
semakin menarik kemasan maka konsumen akan
semakin tertarik untuk mengetahui produk lebih lanjut, maka penggantian kemasan secara berkala juga dibutuhkan untuk melakukan promosi pemasaran.




 
Gambar 4. Contoh Kemasan Pengiriman Batik
Solo 85

c. Membangun Komunitas
Dengan  mengintegrasikan  sosial  media  ke dalam   sistem   pemasaran,   banyak   hal   yang
dapat     dilakukan  guna  meningkatkan  efisiensi
manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management), hal-hal yang dilakukan Batik Solo 85 dengan facebook untuk adalah sebagai berikut :
1)   Memanfaatkan   Group   Dan   Fans   Page
Melalui Facebook
Group dan Fans Page atau halaman penggemar


dapat   disukai   (like)   oleh pengguna Facebook secara  umum,  sehingga      pengguna  yang menyukai halaman tersebut  terkumpul
menjadi  satu  komunitas  penggemar.  Interaksi yang terjadi adalah ketika pemilik halaman mengirimkan   informasi   ke   halaman   tersebut
dan/atau   salah   satu   penggemar   mengirimkan
informasi/komentar di halaman tersebut, maka seluruh penggemar yang tergabung akan menerima informasi yang dikirimkan tersebut, sehingga hal ini dipandang sangat efektif untuk pemasaran. Dalam hal ini batik solo 85 sudah membuat halaman fan page.

            



Gambar 4. Fan Page Batik Solo 85


     


 
Gambar 5. Facebook Batik Solo 85

2)Optimalisasi   Facebook   Marketing   Melalui
Aplikasi
Facebook  memiliki  banyak  fitur  aplikasi  yang dapat      dimanfaatkan      diantaranya      adalah
untukmengadakan      sebuah      pooling      (jajak
pendapat). Dengan aplikasi jajak pendapat ini, pemilik usaha/instansi    akan    mendapatkan umpan  balik  (feedback)  dari  pelanggannya secara  acak,  sehingga hasil dari jajak pendapat tersebut dapat digunakan untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

5. Penutup


adalah   sebuah   layanan   yang   diberikan   oleh
Internet   semakin   mudah
diakses   dan
Facebook   berupa
halaman
yang
berisi
pengguna       internet       semakin
meningkat.






informasi     umum     perusahaan/instansi     yang Berdasarkan  data  dari




Agustin Dyah Utami, Bambang Eka Purnama                            C - 6








www.internetworldstats.com,   pengguna   internet di  seluruh  dunia  hingga  31  Maret  2011 sebanyak 2.095.006.005   atau   30,2%   dari penduduk dunia, dan jumlah ini akan semakin meningkat.   Facebook termasuk website yang paling sering dikunjungi dimana Indonesia menempati peringkat kedua terbanyak pengguna Facebook,        dengan        jumlah        pengguna
38.164.520 orang. Sedangkan di Indonesia, Facebook menempati     rating     pertama mengalahkan   google   sebagai   website   yang paling sering dikunjungi. (www.checkfacebook.com, 11-06-2011). Sejak tahun 2010 Batik Solo 85 mulai menggunakan facebook sebagai media promosi dan penjualannya. Dengan facebook penjualan relatif meningkat daripada sebelumnya yang hanya menggunakan metode penjualan konvensional, Beberapa keuntungan yang didapat dengan menggunakan  facebook  sebagai  media pemasaran adalah sebagai berikut:
a.   Facebook    menyediakan    fungsi    informasi
Facebook   menyediakan   kolom   untuk mengisi berbagai informasi, seperti umur, lokasi, hobi, kegiatan dan informasi lain yang sangat dibutuhkan untuk menentukan segmentasi pasar dalam aktitivitas marketing.
b. Segmentasi pasar lebih fokus. Dengan facebook,  dapat  dilakukan  penyaringan target   pasar     dengan     tepat     sasaran berdasarkan informasi yang disajikan.
c.   Dapat diakses setiap saat. Facebook   dapat diakses   melalui   jaringan   internet    setiap saat,         baik   dari   komputer   maupun   dari handphone.
d. Komunikasi jadi lebih mudah. Facebook menyediakan   fungsi   komunikasi, diantaranya    fungsi     pesan     (message),
obrolan  (chat) dan lain-lain.
e.   Zero   Time   Feedback   .   Feedback      atau umpan   balik   atas   produk   dapat   berupa kritik dan saran dapat disampaikan melalui facebook saat itu juga tanpa merepotkan pengguna.
f.    Selalu   terhubung.   Facebook   sebagai   alat komunikasi dengan dunia bisnis, sehingga bisnis  akan  terpelihara  dengan  baik sepanjang masa.
g. Low Budget, High Impact . Menggunakan Facebook 100% gratis, sehingga banyak penghematan yang bisa dilakukan.

Daftar Pustaka

Afriani,     Umma     Farihah     (2011),    Strategi
Komunikasi Pemasaran Rown Division Dalam


Memanfaatkan  Media  Jejaring  Sosial facebook Sebagai Sarana Promosi Secara Online, Fakultas Ilmu Komunikasi dan Informatika, Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Celuch, K., Goodwin, S. & Taylor, S. A. (2007).
Understanding  Small  Scale  Industrial  User
Internet Purchase and Information Manage- ment   Intentions:   A Test of Two Attitude Models.   Industrial  Marketing   Management,
36(1): 211-221.

Dedi,  Rianto  Rahadi  dan  Mifta,  Farid  (2011)
Pemanfaatan      Jejaring      Sosial      Dalam
Mendukung Keunggulan Bersaing (studi ukm di kota palembang)” Program Studi Ilmu Komunikasi, Skripsi, Universitas Bina Darma Palembang.

Dewi,  Tri  Nurmala  &  Kuncoro,Joko  (2011)
Kebutuhan Berafiliasi, Introversi Kepribadian serta  ketergantungan  pada  Facebook  pada
Mahasiswa”  ,  Jurnal  Proyeksi  Vol.  6     (2)
2011, 68-77

Gemilang, Dian Ayu (2011), Peran Facebook sebagai Media  Komunikasi  Bisnis Online(Studi Deskriptif Kualitatif Peran Facebook sebagai Media Komunikasi Bisnis Online), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Komunikasi, Skripsi, Universitas Pembangunan Nasional Veteran” Jawa Timur.

Imran, Hasyim Ali (2009. Aktifitas Komunikasi dan Situs Jejaring Sosial. Jurnal   Komunikasi Masa, 5(1): 3-4.

Lang,   Kurt   &   Gladys   Engel   (2009).   Mass Society,          Mass      Culture,      and      Mass Communication: The Meaning of Mass1, International Journal of Communication 3: University of Washington

Lasmadiarta,M., (2011). Extreme Facebook Marketing for Giant   Profits. Elex Media Komputindo: Jakarta.

Machfoedz, M., (2010). Komunikasi Pemasaran
Modern. Cakra Ilmu: Yogyakarta.

Muttaqin, Zainal (2011), Facebook Marketing dalam Komunikasi Pemasaran Modern. Jurnal Teknologi Vol. 1, no. 2, Juli 2011



Agustin Dyah Utami, Bambang Eka Purnama                            C – 7




Review Jurnal :

Berdasarkan jurnal diatas dengan judul : PEMANFAATAN JEJARING SOSIAL (FACEBOOK) SEBAGAI MEDIA BISNIS ONLINE (STUDI KASUS DI BATIK SOLO 85)yang disusun pada tahun 2012 oleh Agustin Dyah Utami dan Bambang Eka Purnama. Penelitian ini merupakan penelitian dengan bentuk studi kasus tunggal terpancang. Studi kasus terpancamg adalah penelitian yang dimana penelitian tersebut terarah pada satu karakteristik. Artinya penelitian tersebut hanya dilakukan pada satu sasaran yaitu Batik Solo 85. Penulis menggunakan metodologi penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan analisis yang cermat yaitu memaparkan situasi dan peristiwa, mendeskripsikan secara rinci dan mendalam mengenai kondisi yang sebenarnya terjadi menurut kondisi nyata dilapangan, dalam hal ini adalah tentang strategi promosi penjualan online Batik Solo 85. Penelitian mengembangkan konsep dan penghimpunan fakta, tetapi tidak melakukan pengujuan hipotesa.
            Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa jurnal tersebut adalah jurnal mengenai bisnis yang memanfaatkan media sosial internet yaitu facebook. Dengan seiring berkembangnya teknologi komunikasi semakin mempermudah arus pertukaran informasi. Banyaknya para pengguna facebook tersebut membuat jejaring sosial ini bertambah fungsi menjadi media untuk berbisnis. Selain itu facebook juga berperan sebagai media promosi dalam bisnis online, tetapi facebook juga berperan sebagai media untuk berkomunikasi dengan calon konsumen dengan cara chatting. Facebook memberikan pangsa pasar yang sangat luas bagi pelaku bisnis online.
Batik Solo 85 mulai menggunakan facebook sebagai media promosi dan penjualan sejak tahun 2010. Dengan media facebook penjualan relatif meningkat dari pada sebelumnya yang hanya menggunakan metode penjualan konvensional. Facebook juga dapat menjadi media pemasaran yang sangat efektif. Seperti menyediakan fungsi informasi, segmentasi pasar lebih fokus, dapat diakses setiap saat melalui handphone atau personalcomputer, komunikasi dengan konsumen jauh lebih mudah dan menghemat biaya.
Saran :
            Berdasarkan review dari kami pada jurnal diatas, maka sebaiknya penelitian lebih dikembangkan kembali dengan memanfaatkan media sosial facebook sebagai penerapan komunikasi atau alat untuk melakukan kegiatan bisnis dengan segala kemudahan media sosial terutama facebook maka produsen harus memberikan rasa kepercayaan terhadap konsumen dengan cara memasang foto di facebook harus sesuai dengan produk aslinya.
agar konsumen tetap percaya Batik Solo 85 sebaiknya memberikan rasa aman terhadap konsumen yaitu dengan jaminan uang kembali apabila produk tersebut tidak sampai pada tempat yang dituju. Apabila semua sudah dilakukan maka Batik Solo 85 akan memberikan rasa kepuasan terhadap konsumen dan akan mempengaruhi tingkat penjualan produk sehingga pendapatan akan bertambah.